Tantangan Luar Biasa Saat Memulai Revolusi


Binkalogi - Sangat banyak muatan informasi yang ada di Bab VI buku ini. Sedikit berbeda dengan Bab sebelumnya yang berkisar dari strategi lama ke gaya baru di GE. Di Bab ini Jack Welch digambarkan sebagai CEO muda yang berbeda dari CEO kebanyakan. Sebab itu mungkin saja tulisan di blog ini tidak bisa merangkum atau menggambarkan semua itu.
Ada analogi menarik yang digambarkan oleh Tichy mengenai bagaimana organisasi bisnis mengatasi masalahnya. Hal ini juga menjadi ancaman bagi GE di bawah kepemimpinan Jack Welch. Sindrome itu disebut kodok batu yang direbus.
Kalau orang menaruh seekor kodok dalam sepanci air dingin dan kemudian secara berangsur-angsur menaikkan panasnya, kodok akan tinggal di dalam air sampai mati. Tetapi kalau orang menjatuhkan kodok ke dalam air mendidih, dia akan langsung melompat keluar -dan selamat.
Ini sebuah gambaran akan sifat manusia untuk mengatakan : kalau tidak rusak, jangan diperbaiki. Kalau dibiarkan sendiri, orang akan mengabaikan peringatan bahaya, mencemooh kesempatan berubah lebih dini dengan rasa sakit minimum.
Hal seperti inilah yang ingin dihindari Jack Welch sedari awal kepemimpinannya. Di awal pengangkatannya, ia berpidato di hadapan semua manajer tingkat menengah ke atas General Electric Company. Ia mengungkapkan gagasannya untuk membuat GE berubah (dibahas di blog sebelumnya).
Hampir semua orang mencibir. Ini adalah pidato umum yang sering didengar oleh orang yang baru naik daun. Begitu pikir sebagian orang. Persis seperti pidato politisi yang baru memperoleh kedudukan publik. Mengungkapkan impian-impian besarnya, namun NOL besar pada praktek. Bahkan MINUS alias berlawanan dengan apa yang sudah digembar gemborkan. Tapi apa yang terjadi? Jack Welch membalikkan semua dugaan negatif para pejabat GE tersebut.
Gagasan awal berupa nomor satu atau dua di GE saja benar-benar menyentakkan pikiran para pemerhati bisnis saat itu. Banyak yang berkomentar : Jack Welch adalah seorang pengecut. Ia tak berani mengelola lini bisnis yang hampir bangkrut. Jika ada cabang bisnis GE yang akan roboh, dengan segera Jack Welch menjualnya.
Ini sesuai dengan prinsip bisnis Jack welch : jika tidak memiliki kemampuan bersaing, jangan bersaing (alias menyingkir). Lihat pembahasan tentang ini di blog sebelum ini tentang mesin bisnis GE.
Bagi Neutron Jack, tugas usahawan adalah menjauhi pertarungan keras. Jack Welch menjelaskan dengan untaian kalimat berikut :

Beberapa orang mengatakan saya takut bersaing. Saya rasa salah satu tugas bagi usahawan adalah menjauhi pertarungan keras dan masuk ke sudut tempat kita bisa unggul. Tujuan yang fundamental adalah menyingkirkan kelemahan, menemukan perlindungan tempat tidak ada seorang pun yang bisa menyakiti kita. Tidak ada kebaikan dari mencari-cari perkelahian. Kalau kita bertarung, tugas kita adalah untuk menang. Tetapi kalau kita tidak bisa menang, kita harus menemukan jalan keluar.

Nah, bagi aktifis, ini jelas sikap oportunisme yang musti dijauhi. Tapi sayangnya Jack Welch bukan aktifis. Ia seorang bisnisman tulen. Sikap seperti ini jujur saja, saya sependapat. Buat apa bertarung jika kalah.
Di sini bukti jika Jack Welch sungguh dewasa bersikap sebagai leader bisnis. Ia kesampingkan ego untuk menghancurkan saingan atau perusahaannya sendiri. Lebih baik ia singkirkan kelemahan demi memupuk kekuatan yang berguna bagi perusahaannya. Hasilnya, GE kokoh hingga saat ini.
Ada tiga jenis pemilahan keadaan dan cara mengatasinya yang dibuat oleh Jack Welch untuk melaksanakan prinsip bisnisnya. Yakni :
  1. Memperbaiki bisnis. Isinya : memperbaiki masalah operasinya atau meningkatkan pangsa pasar.
  2. Menjual bisnis yang kalah untuk diinvestasikan ke bisnis yang juara. Ini berlaku untuk bisnis yang tidak juara satu atau dua.
  3. Menutup sebuah bisnis. Ini adalah langkah yang terakhir dan jika sudah tidak ada solusi lain lagi.
Tapi memang bukan hal yang mudah melakukan perubahan besar di organisasi raksasa sekelas GE. Jack Welch sejak awal memiliki lawan di struktur organisasi. Lebih dikenal dengan 'polisi' nya GE. Mereka adalah orang-orang yang berada pada posisi perencana dan staf keuangan.
Dengan segera Jack Welch membekukan anggaran perencana dan keuangan. Ia menyingkirkan 80 % pekerjaan mereka. Tentu saja disertai dengan penyingkiran pejabat di posisi itu dan diganti oleh orang yang satu visi dengan Jack Welch. Dengan segera mereka berubah dari ancaman menjadi sekutu kuat Jack Welch dalam merubah GE.
Ada satu hal yang digilai oleh Neutron Jack, dan itu menjadi keunggulannya dalam memimpin : pecandu informasi.
Ia akan menyeledup kemana-mana demi memperolehbinformasi yang akurat. Tak segan-segan duduk di sudut-sudut pabrik untuk melihat kenyataan yang ada. Dengan demikian ia memperoleh gambaran yang jelas sebelum memberikan keputusan yang tepat dalam mengelola perusahaan.
Yah, bahasa kekiniannya : blusukan. Sayangnya ini blusukan di lingkungan organisasi bisnis. Tentu tidak bisa dibandingkan dengan blusukan politik yang tidak tahu apa ukuran keberhasilannya.

No comments:

Post a Comment