Rahasia Lain Kepemimpinan Jack Welch


Binkalogi - Akhir pekan ternyata tak membuat pemberitaan tentang Undang-Undang Cipta Kerja atau kerap disebut Omnibus Law redup. Terlihat di beberapa kanal media nasional berita berita tentang undang undang yang kadang dengan satir di sebut UU Cil*ka (cipta lapangan kerja) ini mendominasi. Mulai dari ditangkapnya sebagian pendemo, halte yang mulai diperbaiki karena sebelumnya rusak oleh oknum tak bertanggung jawab, bantahan presiden terkait informasi hoax UU ciota kerja dan lain sebagainya. Akankah berakhir kericuhan ini? Tentu akan reda. Sebagaimana halnya aksi-aksi heboh sebelumnya yang tidak ada penutup. Lenyap tak berbekas bak kabut yang terusir hujan. Paling kencang : judicial review di Mahkamah Konstitusi.
Tapi ini hanya dugaan saya saja. Semoga tidak demikian. Sebab substansi awal akan keanehan disahkannya aturan ini mulai sedikit kabur. Dipercepatnya jadwal ketuk palu misalnya. Harus sunyi karena peristiwa pemadaman mikropon. Istilah 'Kang Matiin Mic' mengemuka. Hingga keanehan-keanehan awal tidak menyeruak.
Jangan coba tanya bahasan pasal perpasal di aturan ini ke pihak kontra. Sebab informasi yang beredar sudah sedemikian parahnya. By the way, isu bakal calon wakil menteri agak hangat juga rupanya.
Nah, beralih ke pembahasan blog ini yang masih konsentrasi ke Jack Welch dan General Electric Company-nya. Tak terbayangkan jika GE saat itu ada di republik ini. Gaya pengelolaan Jack Welch yang seperti sprinter tentu akan mendatangkan arus masalah hukum yang beragam. Mulai dari demonstrasi karena kasus pemecatan ratusan ribu karyawannya. Hingga tentu saja 'pesangon' yang mengikutinya. Bahkan mungkin keadaan cuti pegawai menyeruak.
Sebab sejak awal Jack menginginkan bahwa semua lini bisnis GE hanya ada di rank satu atau dua. Selain itu harus dievaluasi alias disingkirkan. Untuk memperoleh peringkat atas seperti itu, jangan coba tanyakan bagaimana sibuknya karyawan. Semuanya bergerak cepat! Terpacu oleh energisitas pimpinan mereka. Jadi anda ingin bertanya jam kerja ke karyawan GE saat itu? Jangan bercanda. Sebab begitu Jack Welch memimpin GE, arah karyawan sudah tidak lagi memunggungi pelanggan. Mereka sudah bersiap apa yang diinginkan pelanggan akan segera dikerjakan. Tidak seperti sebelumnya : semua keinginan pelanggan masuk ke dalam daftat keinginan yang perlu proses birokrasi panjang untuk menanganinya.
Sebab jelas, dalam kaca mata pengusaha, keuntungan adalah nomor satu. Berbeda jauh dengan kaca mata oganisasi buruh, kesejahteraan buruh yang utama. Tapi bukan berarti Neutron Jack mengabaikan nasib pegawainya. Pengelolaan organisasi bisnis Jack Welch memperhitungkan emosi seluruh pegawainya. Itu adalah salah satu kunci sukses bangkitnya GE.
Berbicara rahasia Jack Welch dalam mengelola GE, ia tidak serta merta langsung bicara strategi layaknya CEO baru lainnya. Ia membuka pidato awalnya dengan gagasan. Gagasan perlunya perubahan dalam pengelolaan GE.
Sedari awal Jack sudah menekankan bahwa lini bisnis GE hanya ada dua pilihan : menjadi nomor satu atau nomor dua. Jack juga menggelontorkan gagasan : keragaman terpadu. Sebuah gagasan dimana variasi bisnis mereka justru memperkaya khazanah organisasi GE. Mereka berbagi dalam segala hal. Mulai dari keuangan, hingga individu-individu yang ada di dalamnya. Hingga akhirnya, Jack melahirkan gagasan berikutnya yang disebut : Ketiadaan perbatasan.
Gagasan terakhir sudah sangat dikenal dunia. Boundaryless Organization! Dimana sistem workout menjadi salah satu motor dari gagasan ini. Di sinilah letak bahwa karyawan dalam tingkat apapun di GE sedemikian dihargai. Pola kepemimpinan yang menggunakan metode debat konstruktif membuat karyawan diizinkan mengembangkan kekuatan berpikir secara bebas.
Di sinilah letak perbedaan kepemimpinan Jack Welch. Di saat orang fokus kepada strategi. Jack fokus kepada gagasan utama perubahan. Awalnya ini sungguh membuat para pemerhati ekonomis bisnis keheranan. Mereka menantikan bagaimana strategi GE menaikkan omset. Tapi Jack justru menyuguhkan gagasan akan adanya perubahan mendasar di GE. Hasilnya, GE berubah. Omset GE? Jangan ditanya. Dari dua belas perusahaan utama kelas dunia Amerika Serikat di tahun 80 an, tinggal GE yang ada hingga saat ini.
Kita selalu diajari bahwa menyelesaikan masalah besar akan ikut menuntaskan masalah kecil. Sementara kita hanya berhasil di simulasi pelatihan manajemen diri, Jack Welch secara nyata berhasil menerapkannya di organisasi sebesar GE.

No comments:

Post a Comment