Revolusi! Dari Manajemen Ilmiah ke Organisasi Tanpa Batas

Binkalogi - Di Bab Ketiga buku karya Sherman dan Tichy ini diberi judul Kartu yang Dibagikan Kepadanya. Tapi saya tidak menemukan kartu dalam Bab ini. Yang bisa saya temui adalah peralihan kepemimpinan dari Reginald H. Jones ke Jack Welch.
Nama Jones sendiri mengingatkan saya ke anime One Piece dimana nama tokoh-tokoh di dalamnya menyerupai nama Jones. Semisal : Monkey D. Luffy, Trafalgar D. Waterlaw, Jaguar D. Saul dan lain sebagainya.
Nama keren Jones sesuai dengan torehan prestasinya. Ia sempat ditawari dua kali oleh Presiden Jimmy Carter untuk duduk di kursi menteri.
Pola kepemimpinannya sangat jelas, ia penguasa kursi tertinggi yang nyaris tidak ingin meninggalkan kursinya. Menunggu laporan tertulis dari manajer di bawahnya yang kemudian disarikan ke angka-angka. Dari sana akan muncul keputusan-keputusan penting GE.
Dengan kata lain, Jones adalah penganut manajemen 'ilmiah' sejati. Semua laporan dibuat bertahap untuk sampai ke kursi pimpinan. Dengan sendirinya, 'pengawasan' super ketat tercipta. Semua lini di awasi dengan mekanisme kerja Manajemen Ilmiah. Ini bukanlah sebuah metode kerja yang asing. Banyak perusahaan (dan organisasi) menggunakan cara kerja seperti ini.
Sebagaimana dijelaskan di blog saya sebelumnya tentang Jack Welch dan GE, mekanisme manajemen ilmiah ini sudah terbukti membuat GE menjadi raksasa yang bergerak lamban. Ia menjadi organisasi bisnis yang gemuk dan kerepotan dengan badannya sendiri.
Perusahaan Jepang yang agresif semisal Toshiba mulai menggerogoti pangsa pasar yang sebelumnya digenggaman GE. Lampu listrik misalnya. Jika sebelumnya perusahaan besutan edison ini adalah rajanya, ia mulai tergeser oleh perusahaan Jepang. Tak hanya tergeser, di beberapa lini bisnis bahkan GE benar-benar masuk zona merah.
Sementara perusahaan bisnis lain mulai bergerak lincah, GE tetap konsisten dengan manajemen ilmiahnya. Tetap maju, tapi begitu lambat. Tanggapan terhadap permasalahan yang ada sedemikian panjang jalurnya. Akibatnya, kepuasan pelanggan menurun. Efeknya, tak perlu disangsikan lagi : GE nyaris tenggelam.
Sebab itu di tahun 1980-an, Jones mulai menyadari perlunya perubahan dalam tubuh GE. Ia yang sudah bertahun-tahun menata tubuh GE agar selaras dan tumbuh semakin besar ingin melihat GE berubah. Sementara ia pun menyadari paradigma pengelolaan birokrasi yang dimilikinya sudah di coba. Tapi tidak berhasil menjamin kelangsungan hidup GE sebagai organisasi.
Hingga akhirnya tahun 1980 GE memilih Jack Welch sebagai penerus Jones. Bukan hanya merubah metode kerja organisasi di GE. Welch justru menghancurkan apa yang sudah disusun Jones. Dihancurleburkan lalu ditata kembali. Hingga akhirnya metode ilmiah yang dianut selama ini sudah tidak lagi berakar di GE. Digantikan oleh mekanisme kerja yang sangat dinamis. Jika Jones kembali duduk menjadi CEO setelah Welch memimpin, mungkin ia bukan tenang. Justru ia akan frustasi.

No comments:

Post a Comment