Binkalogi - Kemarin saya sudah membuka cerita soal bagaimana saya tertarik membahas CEO terkenal dari General Electric (GE) yang dikenal dengan julukan Neutron Jack. Sesuai rencana, saya akan berusaha menulisnya menjadi beberapa bagian meski yang saya jadikan saat ini bersumber dari satu buku hasil kolaborasi penelitian Noel M. Tichy dan Stratfor Sherman. Seorang konselor bisnis kawakan internal GE dan seorang jurnalis senior sebuah majalah bisnis dunia.
Mereka membuka bahasan soal Jack Welch dan General Electric dengan tema Revolusi GE. Dimana pada awalnya, perusahaan GE persis seperti perusahaan besar lainnya, melakukan pengorganisasian bisnisnya dengan metode yang 'ilmiah'. Sebagaimana kebanyakan organisasi yang kita kenal, selalu ada hirarki dan nyaris meniru pola militer. Ada eselon, ada atasan dan bawahan, ada sub sub bagian dan lain sebagainya. Semuanya diciptakan dengan landasan efisiensi dan ilmiah.
Kenyataannya, Jack Welch mempertanyakan efisiensi dari metode tersebut. Sedari awal ia menyangsikan strukturisasi sejenis ini membawa sebuah organisasi jenis apapun -khususnya bisnis- menjadi lebih efisien. Sialnya, penyakit tidak efisien itu justru terjangkit sejak lama sebelum Jack menjadi CEO. Saat ia naik ke tampuk kepemimpinan GE, penyakit itu sudah mendarah daging lengkap dengan istilah : ilmiah di dalamnya.
Bagi Jack, ancaman terhadap pertumbuhan pemasukan (pendapatan) adalah birokrasi yang terorganisasi - pelaksanaan manajemen ilmiah yang tidak kenal belas kasihan- dan budaya perusahaan yang memelihara keadaan itu.
Bayangkan saja, sebuah tradisi yang mengakar (dan saat ini masih ada) di dunia bisnis akan diterjang dan dihabisi oleh Jack. Tentu sangat banyak resiko, ancaman bahkan tantangan yang dihadapinya. Bahkan hampir penduduk satu kota - Salt Lake City- dimana GE berada ikut terpengaruh dengan kebijakan Jack. Hal yang wajar mengingat banyaknya penduduk yang bekerja di GE saat itu.
Jack sejak awal membuat sebuah garis : pekerja yang berbagi tujuan dengan majikan tidak perlu banyak pengawasan. Sebuah adagium yang bertentangan sekali dengan keadaan GE saat itu. Struktut birokrasi yang berjenjang sudah tentu diciptakan untuk menciptakan sistem yang efektif dan mengurangi kelalaian. Dengan kata lain : pengawasan yang efektif dan menyeluruh. Sementara Jack ingin mengabaikan hal itu.
Salah satu efek dari metode lawas ini adalah pelayanan yang tidak maksimal kepada konsumen. Bahkan karyawan GE sendiri menyebut perusahaan mereka beroperasi dengan muka menghadap CEO dan punggung menghadap pelanggan. Padahal seharusnya mereka menghadap pelanggan dan CEO mendorong agar mereka bekerja dengan baik.
Sebab itu Jack Welch merasa sangat risih dengan kinerja yang tidak kompetitif ini. Bagaimana tidak, perusahaan pesaing GE semisal Toshiba dan Hitachi memiliki peningkatan produktivitas sebesar 8% pertahun. Sedangkan saat itu pertumbuhan produktivitas GE hanya 1,5%.
Ini benar-benar keadaan yang harus segera dirubah. Jika tidak : mati. Demikian Jack menjelaskan dalam setiap momen di GE.
Metode birokrasi lawas ditinggalkan GE segera setelah Jack memegang posisi CEO. Jika awalnya ada istilah bekerja di GE (perusahaan bergengsi) memberikan keamanan kerja, maka sejak awal revolusi GE istilah itu dirubah : pelanggan memberikan keamanan kerja. Berhasillah di pasar atau kehilangan pekerjaan.
Dengan segera Jack memangkas birokrasi yang tidak penting dan menghambat daya gerak GE. Tentu saja pemangkasan struktur membuat individu yang terkait dengan posisi struktur ikut terpangkas. Hasilnya 300.000 orang meninggalkan GE.
GE juga sebelumnya dikenal dengan perusahaan raksasa dunia yang kerap mengakuisisi perusahaan lain. Sehingga pertambahan karyawan sebelumnya bisa 150.000 orang pertahun (dari perusahaan yang diakuisisi). Tapi saat Jack memegang, justru menjual anak perusahaan yang justru dianggap menjadi parasit. Akibatnya 135.000 orang kehilangan pekerjaan. Tapi di saat yang sama bisa juga GE melakukan akuisisi jika ada perusahaan yang dilihat akan menguntungkan. Jadi terjadi gerakan yang sedemikian brutal di masa kepemimpinan Jack Welch.
Dari sinilah Newsweek di tahun 1982 memberikan Jack julukan Neutron Jack. Sebab Jack disebut ingin mempertahankan gedung utama (istilah perusahaan GE) tapi menguapkan penghuninya. Pada kenyataannya, Jack malah meledakkan gedungnya juga. Ia menjual 125 perusahaan di bawah naungan GE hanya empat tahun awal kepemimpinannya. Itu pun bukan perusahaan yang ecek-ecek. Tapi perusahaan yang dianggap sebagai bisnis inti dari GE.
Tapi bukan berarti kemudian GE menjadi ambruk. Justru GE menjadi perusahaan yang kompetitif. Kemakmuran karyawannya pun menjadi sangat terjamin. Geliat perusahaan menjadi sangat hidup. Batasan organisasi nyaris hilang dan menjadi budaya hingga sekarang.
Saking tidak ada batasannya hingga saat pelatihan manajer junior akan muncul bahasan :
- Jack Welch adalah CEO terbesar yang dimiliki GE
- Jack Welch adalah orang brengsek.
Mengerikan bukan. Tapi apapun itu, begitulah budaya organisasi bisnis yang kompetitif di dunia itu. Semuanya tetap tak lepas dari peran Neutron Jack.

No comments:
Post a Comment