Binkalogi - Ia adalah salah satu CEO terbaik yang pernah dimiliki perusahaan raksasa General Electric. Bahkan beberapa sumber menyebutnya sebagai salah satu CEO termuda. Mungkin ada yang belum tahu apa itu General Electric. General Electric (GE) merupakan perusahaan raksasa yang didirikan oleh salah seorang jenius planet bumi ini : Thomas Alfa Edison. Silahkan search di google jika masih merasa penasasran dengan GE. Sebab kali ini yang akan kita bahas adalah Jack Welch.
Siapa pula Jack Welch ini?
Seperti disebutkan, Jack Welch adalah salah seorang CEO terbaik GE dan juga termuda. Ia dikenal dengan sebutan Jack Neutron karena gagasan-gagasan luar biasa. Tidak hanya gagasan, ia juga mengeksuksi gagasan yang dimilikinya ke GE. Gerak cepat, taktis, dan berpengaruh terhadap perjalanan bisnis GE secara keseluruhan.
Saya pun awalnya tidak begitu tertarik dengan Jack Welch. Kebetulan disebuah sesi diskusi yang diadakan oleh salah satu organisasi kepemudaan lokal di Bengkulu ada pertanyaan yang membuat hati saya tergelitik. Tema diskusi saat itu adalah menakar peran birokrasi dalam pemerintahan. Sebagai salah satu anak Sosiologi yang mau tidak mau harus memakan teori Mbah Weber (Max Weber) tentang birokrasi. Sebagai anak kemarin sore yang belum pernah menyicipi kursi birokrasi, banyak serangan terhadap birokrasi. Anggapan bahwa kaum birokrat-lah yang menghambat kemajuan sebuah daerah hingga praktik korupsi dibuka dalam sesi diskusi itu.
Nah seperti biasa, diskusi seperti ini tidak usai di forum saja. Ia akan terus berlanjut ke warung kopi, obrolan di pinggir pantai di sore hari atau saat ingin kelihatan pintar di depan junior. Saya pun demikian. Pembahasan ini dilakukan dengan cukup membabi buta. Sudah seperti babi, buta pula diskusi ini. Tak ayal sangat minim referensi dan asal tuduh saja.
Seiring perjalanan waktu, saya pun mencoba mengumpulkan referensi sedikit demi sedikit. Tentu saja semampu saya. Salah satu buku yang saya beli adalah tulisan Fadel Muhammad tentang Reinventing Local Government. Isinya banyak hal. Mulai dari swasembada jagung dan bagaimana metode bisnis yang dimasukkan ke birokrasi pemerintahan. Termasuk reward and punishment yang tak hanya sekedar menjadi slogan kampanye. Tapi diterapkan oleh politisi yang kebetulan terpilih menjadi kepala daerah ini.
Meski kenyataannya organisasi bisnis dan organisasi birokrasi sangat berbeda. Memang ada beberapa ahli mencoba mendekatkan kedua bentuk organisasi ini agar mendorong kemajuan sebuah daerah atau negara yang ingin menerapkannya.
Rasa penasaran ini terus berlanjut hingga akhirnya saya sendiri lulus menjadi Tes CPNS di tahun 2014. Sebuah profesi yang sangat tidak saya rekomendasikan awalnya untuk junior saya. Sekarang? Saya sangat merekomendasikan dengan catatan : cara yang digunakan untuk lulus adalah cara yang benar.
Di sela waktu pengumuman kelulusan dan waktu pemberkasan saya sempat keliling pulang Jawa mengunjungi teman-teman saya yang banyak hijrah karena studi ataupun balik kampung setelah lama di Bengkulu. Di jalan Dewi Kartika kota Bandung, saya menemukan sebuah buku tentang Jack Welch. Bukan buku biografinya. Sejenis buku strategi pengelolaan bisnis dari Jack Welch. Buku Second yang tentu harganya miring, Rp 20.000,- an.
Jadi salah satu inti dari buku ini adalah pemotongan jalur organisasi bisnis di GE yang dilakukan oleh Jack Welch. Perlu diketahui, GE saat Jack Welch memegang kunci kepemimpinan adalah perusahaan raksasa yang gede badan doang alias perusahaan yang boros dengan hasil yang tidak sesuai dengan bobot perusahaannya.
Banyak bagian perusahaan yang tidak perlu dipotong oleh GE. Semuanya dilakukan dengan cepat dan tepat. Sebab itu orang menyebutnya Neutron Jack. Hasilnya, GE menjadi perusahan raksasa yang benar-benar berdaya saing dan menjadi kebanggaan negaranya. GE tidak hanya besar karena nama pendirinya yang memang besar (baca : Thomas Edison). GE menjadi perusahaan raksasa yang sangat efektif dan tahan terhadap hantaman persaingan ekonomi global. Termasuk hantaman dari Politik Dumping yang konon rajin dijalankan oleh Jepang.
Hal ini membuat saya merasa perlu membuat ringkasan, telaah ataupun tanggapan terhadap buku yang sudah saya beli beberapa tahun lalu di blog saya selanjutnya. Polanya akan serupa dengan blog tentang empat kepribadian di Buku Personality Plus karya Florence Littaeur. Dengan begini tidak hanya memperkuat ingatan saya tentang bacaan yang telah lampau, tapi juga mempermudah teman-teman pembaca blog untuk ikut menyerap ilmu bersama.
Regard

No comments:
Post a Comment