Bahagia dengan Kepribadian Phlegmatis

Binkalogi - Kadang dalam satu kelompok diskusi ada sosok yang tidak terlalu heboh saat rekan-rekannya bersemangat membahas sesuatu. Ia tetap 'stay cool' seolah menjadi pendingin suasana. Pun jika diminta menjadi pemantik diskusi, ia berbicara dengan gaya yang tenang yang tiba-tiba terselip guyonan yang mengejutkan.

Jangan terlalu berharap jika ia akan menyindir teman diskusi. Alur pembicaraan akan diusahakannya memenangkan semua pihak. Semua tenanh, semua menang. Yah, bagi mereka yang hobi berdebat, sosok seperti ini membawa nuansa garing.

Tapi begitulah sosok phlegmatis. Littauer merangkumnya dengan tiga kata : introvert, pengamat dan pesimis. Sangat berbeda dengan koleris. Tapi bukan kemudian kedua kepribadian ini tidak bisa bersanding.

Saya sendiri punya senior di tempat kerja yang nyaris full phlegmatis. Di saat ada dua kubu yang bersaing seolah-olah tercipta suasana perang dunia ketiga, si senior tetap slow. Baik kubu teman ataupun kubu lawan bingung ingin memasukkannya ke blok yang mana. Sebab ia tidak pernah menjadi orang yang melawan arus. Dalam setiap pembahasan yang panas, ia akan diam atau jika berpendapat cenderung mengiyakan.

Jangan harap ia akan ikut terpantik emosinya saat gesekan dalam pekerjaan terjadi. Jika suasana benar-benar panas, ia akan diam-diam menghilang dari ruangan. Bukan berlari dari masalah, tapi menunggu hingga calm down.

Saya pun sampai bingung bagaimana cara mengajak orang ini berdebat. Ia akan memasukkan saran dalam obrolan dengan cara yang minim ketersinggungan. Jika kita berniat menyeramahinya panjang lebar, ia akan setia mendengarkan hingga akhir. Ya, akhirnya kita sendiri yang harus menarik nafas panjang karena tidak ada perlawanan dari yang dijadilan lawan bicara.

Tapi bukan berarti phlegmatis orang yang tidak asyik diajak bergaul. Mempunyai teman phlegmatis berarti punya rekan yang bisa dijadikan wadah curahat hati alias curhat. Ia juga akan menjadi penengah masalah yang sangat baik dan mungkin paling tepat di saat ada perpecahan dalam sebuah kelompok. Sebab sikapnya cenderung sangat netral. Ia pun akan mudah membaur dalam setiap suasana yang ada.

Bayangkan jika seorang korelis yang kuat, memiliki lebih dari lima puluh persen karyawan di bawahnya dengan kepribadian phlegmatis. Si korelis akan dengan cepat mendelegasikan setiap pekerjaan. Sementara si phlegmatis akan menerima pekerjaan yang didelegasikan tanpa kata : tidak. Sebab memang demikianlah sosok phlegmatis.

Jika satu rumah isinya phlegmatis semuanya, sudah bisa dipastikan rumah itu terlalu tenang. Tapi juga terlalu santai. Hingga akhirnya terkesan lesu. Sebab itu orang phlegmatis baik berpasangan dengan kepribadian lainnya. Jadi jika anda merasa memiliki kepribadian phlegmatis, baiknya coba sosok melankoloa, korelis atau sanguinis. Meski bukan berarti pasangan sama-sama phlegmatis itu tidak baik. Tapi sama-sama santai bisa jadi malah semua agenda jalan di tempat bukan? 

No comments:

Post a Comment