Binkalogi - Sembari mendengarkan duet Sheeran dengan Bocelli yang keren, asyik rasanya membaca cerita yang sedikit berbeda dari buku ini. Isinya dominan bukan tentang Jack. Bab delapan ini menceritakan soal Carl Schlemmer yang sempat membuat saya bingung awalnya. Siapa dia? Sebab penulis tidak menyebutkan secara rinci siapa orang ini. Tiba-tiba saja menyebutkan Carl Schlemmer yang hampir membuat bangkrut bidang transportasi General Electric.
Setelah saya search, ternyata Schlemmer adalah General Manajer dari bisnis transportasi GE yang meninggal tahun 2010. Ia adalah tokoh utama revolusi industri transportasi GE. Ia membangkitkan industri transportasi GE hingga mampu mengalahkan pebisnis utama dalam bidang transportasi : General Motors. Jika Jack Welch adalah orang yang mendorong perubahan besar pada GE Company, maka Schlemmer adalah orang yang mampu menjawab tantangan itu. Tichy menyebut kemampuan Schlemmer ini 'menghadapi realita'.
Pada awalnya, Schlemmer nyaris meruntuhkan bisnis transportasi GE dengan menginvestasikan 300 Juta US Dollar untuk lokomotif model baru yang dikenal dengan sebutan Dash 8. Saat mengajukan proposal investasi ini, Schlemmer sesumbar bahwa di masa yang akan datang keuntungan akan menjadi dua kali lipat. Tentu dengan dukungan data, teori dan laain sebagainya.
Kenyataannya, bisnis lokomotif malah mengecil. Bukan menjadi setengah, melainkan menjadi seperempatnya. Benar-benar dugaan yang salah lebih dari seratus delapan puluh derajat. Schlemmer tentu saja terkejut dengan keadaan ini. Dengan segera ia menarik rencana ambisiusnya. Tentu dengan resiko : celaan dari orang lain. Tapi ia tidak peduli dengan itu. Sebagai pebisnis, ia sadar bahwa mengakui kenyataab lebih baik. Dengan segera ia menghentikan rencana bisnisnya dan mengganti dengan strategi lain.
Dash 8 tidak lagi menjadi prioritas dan dengan segera ia memperbanyak produksi lokomotif. Tentu saja lokomotif model lama.
Jadi ia menghentikan perluasan bisnis, lalu meningkatkan produktifitas bisnis. Sebuah strategi yang patut dipelajari orang awam seperti kita.
Setelah keuntungan diraih dan keadaan pulih, baru Schlemmer menginvestasikan kembali uang GE ke industri operasi lokomotif. Jadi proyek itu dihentikan sementara. Lalu dilanjutkan setelah keadaan tenang. Istilah kekiniannya : calm down.
Hebatnya, saat itu, tinggal GE yang masih bertahan di dunia perlokomotifan Amerika Serikat. Saingannya, EMD milik General Motors harus terpuruk. Padahal EMD adalah pemimpin industri lokomotif lebih dari sepuluh tahun.
Sejak awal, bidang transportasi GE nomor dua setelah EMD. Sebab itulah Schlemmer melihat perlunya produk baru untuk menjadi nomor satu. Sebab itulah muncul proyek Dash 8. Tapi kemudian Amerika Serikat mengalami resesi di awal tahun 80 an yang berdanoak pada industri lokomotif. Hingga akhirnya membuat sadar Schlemmer bahwa bisnis lokomotif berada di tepi jurang kematian.
Di sinilah Schlemmer segara mengumpulkan para manajernya. Mereka tidak berkumpul untuk membicarakan impian, tetapi membicarakan kenyataan. Lalu menyusun rencana bagaimana bangkit untuk menghadapinya.
Jack Welch menerima laporan dari Schlemmer bagaimana gawatnya industri transportasi. Tapi Jack Welch tidak memecatnya. Mengapa? Schlemmer sangat terus terang dan ia memiliki kunci penyelesaian dari masalah yang ada. Jadi tidak hanya memaparkan masalah, Schlemmer punya jawaban.
Segera Schlemmer melakukan restrukturasi. Banyak yang dipecat. Menyakitkan memang, tapi semuanya sudah diusahakan untuk memperoleh jalan keluar terbaik. Tetapi keadaan sedemikian pelik. Hingga mereka yang dipecat, meski kesal, memahami keadaan.
Tim Schlemmer memperoleh pelajaran bahwa : hanya melakukan yang perlu dan apa yang baik.
Mengumpulkan data keuangan yang tidak perlu ditinggalkan. Laporan yang tidak ada gunanya pun disingkirkan. Operator peralatan di pabrik bertanggung jawab atas mutu pekerjaannya sendiri. Apabila ada pekerjaan yang tidak penting, mereka segera menyingkirkan pekerjaan itu dan melakukan hal yang lebih penting lainnya.
Bahkan Schlemmer mengucapkan : Anda boleh memutuskan untuk menyingkirkan pekerjaan anda sendiri. Kalau demikian, jangan khawatir, sebab kami akan mendapatkan bagi anda pekerjaan lainnya.
Saat Schlemmer menyerahkan pekerjaannya kepada atasannya (kepala sektor) Louis Tomasseti, ia mendapatkan tanggapan : anda menggigit lebih banyak dari yang bisa anda kunyah.
Sebaliknya, saat Schlemmer melaporkan ke Jack Welch, tanggapannya : mengapa anda tidak melakukan lebih banyak?
Tantangan untuk Schlemmer untuk merubah industri lokomotif GE termasuk sulit saat menyampaikan gaya baru ini ke serikat pekerja (United Electrical Workers). Dari gaya yang tertutup menuju pemikiran terbuka. Sebab memang sebelumnya bisnis transportasi GE memiliki preseden buruk dengan kaum pekerja. Bahkan di tahun 1976 ada pemogokan dengan kekerasan.
Perubahan di tingkat atas tidak serta merta ikut membuat pekerja yang di bawah berubah. Malah ada kelambanan bekerja yang membuat pusing para manajer. Lalu muncullah Paynter, bawahan Schlemmer, yang mampu membuat jawaban sebelum program Workout muncul di GE. Ia menjalankan pola Workout sebelum gagasan itu menyeruak oleh Jack Welch.
Paynter melakukan pendekatan dan wawancara ke semua lini. Mulai dari serikat buruh, atasan mereka, buruh-buruh yang bekerja perjam, dan juga yang bergaji tetap. Tapi jawaban akan keadaan yang sebenarnya menghambat pekerjaan masih samar-samar.
Hingga akhirnya muncul tukang las yang berani mengambil resiko untuk memberikan cerita sebenarnya. Kenyataannya semua terhambat karena arus pengiriman dari bagian-bagian yang di rakit tidak lancar. Akibatnya, karyawan lebih sering mengerjakan hal yang tidak berguna. Sebab bagian intinya tidak sampai tepat waktu. Ia pun menyampaikan : asal barang yang akan dirakit bisa sampai secepatnya, kami akan menyelesaikannya. Yang penting anda tidak mengurangi upah kami.
Maka jalan keluar dari pekerja kelas bawah muncul. Bukan dari pimpinan. Justru mereka yang di lapangan memberikan win win solusi. Tapi tentu saja, ini tidak semudah teori. Kenyataannya Paynter harus blusukan kemana-mana dan nyaris putus asa.
Trik lain kadang sedikit berbau 'tipu muslihat' sederhana. Paynter menyediakan kopi dan donat cuma-cuma untuk karyawan yang memenuhi kuota bulanan. Hanya itu saja. Tapi kenyataannya itu justru membuat para karyawan bersemangat. Produksi meningkat dan tentu saja : pengusaha donat jadi kaya raya.
Paynter juga membuat sebuah gagasan hebat yang disebut : perjalanan kesadaran pelanggan.
Ia membawa 150 orang karyawan yang bercampur antara pabrikan, pengawas dan lainnya untuk berkunjung ke pembeli produk lokomotif GE. Di sana mereka memperoleh kritik dan saran yang sangat membangun. Bahkan hingga soal teknis bagaimana pelanggan mengeluh karena posisi kabel listrik yang tidak tepat. Lalu mereka mendiskusikan bagaimana baiknya. Jadi tidak hanya masalah, mereka juga menemukan solusi di saat yang sama.
Hingga akhirnya, Schlemmer memperoleh sebuab falsafah yang apik :
Kalau Jack sampai memberitahuku apa yang harus kita lakukan, maka kita sudah terlambat. Kita punya tanggung jawab untuk menanggapi, dan bagi saya rasanya kalau tantangan kita sebesar jeruk bali, tanggapan kita harus sebesar bola basket.
Jadi, sebagai bawahan, jangan menunggu pimpinan memberitahu apa yang harus dilakukan. Tapi seandainya masalah sudah diberikan atasan untuk kita hadapi, bawahan harus menuntaskannya tidak hanya sekedar menyelesaikan masalah. Tapi memberikan keuntungan yang lebih besar dari jawaban atas masalah itu.

No comments:
Post a Comment